Hi People!

Intan Sofia Rahmah
2 min readJun 17, 2022

--

Last story was written in April, I just remember to write this instead of messing everyone with their twitter timeline full of my writing hahaha… I finally came up with this writing after I got in some events that take me to different lessons of life. Just want to make sure this to become a lesson for me that I will never forget for the further.

Manusia betul-betul harus berlapang dada saat mengetahui dirinya tidak sempurna. Yang karena itu, dikhianati, dikecewakan, atau tidak mendapatkan hal yang kau harapkan dari orang yang kau percaya adalah sesuatu yang wajar. Biasanya pribadi kalau sudah terkena dengan sesuatu yang datang dr ketidaksempurnaan akhirnya akan bilang: yaudah… gapapa… Entah bagaimana cara bilang gapapa ini adalah bentuk pelepasan tanggungjawab atau justru lebih paham dengan kekurangan diri, tapi yang kedua nampaknya lebih memungkinkan. Dan sesuatu yang baik dari kata gapapa, adalah perkataan selanjutnya: yang penting kamu udah tahu dan belajar… Ya. Belajar. Gunanya kita kesandung dengan semua masalah, kesahan, dan semua problematika itu hanya agar kita belajar.

Dari ranah pembicaraan, sosialisasi, dan hidup yang bersinggungan dengan orang lain, aku melihat bagaimana banyak orang membentuk pola pikir, pola pengalaman, dan hal yang terbentuk dari dalam diri mereka. (Mungkin bisa dikatakan itulah gunanya sosialisasi dengan orang-orang, agar bisa lebih banyak belajar dari hal yang baik ataupun buruk) Terlepas dari bagaimana islam dikenalkan sebagai agama yang sempurna, setiap pribadi kita, dengan agama apapun itu, cenderung mewarnai orang lain dengan nilai-nilai yang kita punya meski kadang kita nggak sadar. Hanya dengan ini, nilai akhlak yang dijelaskan dalam islam, betul-betul menuntun kita untuk menjadi manusia yang baik di dunia.

And then, ada banyak hal yang belum kita ketahui. Manusia dengan berbagai macam wataknya, bakat orang-orang yang sangat sangattt bervariasi, lingkungan yang bisajadi jauh dari apa yang kita bayangkan, semuanya sungguh tidak bisa dipelajari hanya dari dalam buku.

Maka tugas manusia untuk belajar tidak akan pernah berhenti. Katakanlah kalau belajarnya manusia terbatas dengan apa yang mempengaruhinya dan faslitas apa saja yang bisa diraihnya. Yakinkan, yang penting disitu kita tidak berhenti mencari hikmah.

Belajar dari burung yang terbang, angin yang berhembus, suara yang datang, dan semua yang Allah ajarkan pada kita. Karena nabi adam diberi kemampuan untuk belajar. Dan tugas kita menggunakannya agar tidak sampai kita tersesat atau menunjukkan jalan yang salah pada orang lain.

--

--