Lalu Semuanya Berbohong

Intan Sofia Rahmah
2 min readMar 17, 2022

--

Kenapa tidak boleh mempercayai seseorang secara berlebihan? Karena tidak ada yang bisa menghindari manusia untuk berbohong. Meskipun kadang yang disampaikan itu katanya demi kebaikan.

Aku benci mengatakannya, tapi berbohong memiliki bagian dalam hidup. Seperti kata-kata menenangkan, yang tidak punya jaminan, tapi dipercaya. Nyatanya kita masih mempercayai banyak kebohongan yang tidak jelas itu.

Tidak buruk, sebenarnya. Tapi selalu siapkan sebongkah hati untuk menerima akhir yang pahit. Menjaga jika ternyata yang kukatakan benar, tidak menjadi akhir yang membuatmu jatuh dalam.

Lalu semuanya berkata jujur, saat tak ada sedikitpun keuntungan yang diharapkan. Manusia kalau lepas dari keinginan dan keuntungan pribadi, cenderung benar. Berapa banyak ya orang yang seperti ini diatas bumi? pa aku salah satunya, atau malah sebaliknya?

Aku berfikir kalau manusia sesungguhnya hanya ketakutan. Atau dia memang sebuah bongkahan ketakutan yang hanya ingin aman. Mempertahankan diri, bahkan kadang mendekati gila. Butuh uang sekian banyak, tempat tinggal sekian luas, jaminan hidup sekian, jaminan keamanan sekian, dan banyak ketakutan lainnya. Aku faham bagaimana agen asuransi tetap eksis hingga sekarang. Karena manusia banyak takutnya.

Apa kamu tidak percaya tuhan? Kalau kamu percaya, maka kamu tahu kalau di setiap hari-harimu, ada Yang Mengurusmu. Memperhatikan, tanpa perlu langsung berbicara padamu. Manusia berbohong karena ketakutan, karena kurang percaya rezekinya bisa datang, dan keamanan dilabeli sebagai pelindung. Padahal bukan itu. Kita tidak hidup dengan mentah dan tanpa diurus. Tuhan itu Maha Mengurus, dan penjamin nomor satu dalam hidup. Jangan takut dengan apapun.

Dalam berhubungan dengan manusia, kupikir kepercayaan dan kasih sayang, adalah candu yang perlu takaran. Karena aku tidak bisa menakar kebohongan, dan yang bisa ku lakukan hanyalah menakar jarak. Apakah aku terlalu skeptis dengan hubungan antar sesama manusia? Tidak, bukan begitu. Hanya saja aku tahu kalau manusia bisa menjadi setan kapan saja. Aku hanya berikhtiar menghindari mereka.

Dan masa depan, subhanallah, adalah misteri yang benar-benar tidak diketahui. Hidup kadang lebih aneh daripada film. Aku menjalani setiap harinya seperti mayat, yang baru hari ini, aku menyadarinya kalau itu adalah sesuatu yang patut disayangkan. Aku akan lebih hidup. Dengan semua yang aku bisa, aku akan lebih hidup dari hari ini.

Semoga besok masih cerah, untuk kita berjalan menikmati langit pagi. Karena hidup itu memang seperti ini, tidak peduli gelap malam atau terangnya dunia, yang benar-benar kita rasakan adalah diri kita, yang duduk ataupun berdiri, dan yang mencoba tetap senang, atau malah susah hati.

Garut, 17 Maret 2022. Di ruang tamu rumah, malam nisfu Sya’ban.

--

--