Sabar dan Sederhana

Intan Sofia Rahmah
2 min readFeb 9, 2022

--

Kalau kamu menghadapi kegilaan dunia yang tak berujung, yang dengan kedua tanganmu kamu belum bisa memperbaikinya, sabar…

Kalau harapanmu selangit, tapi kenyataan membumi, sabar…

Kalau kamu berusaha sekuat tenagamu, tapi hasil tidak memuaskan, sabar…

Karena sabar berarti mengembalikan hati dan emosi pada tempatnya. Emosi yang meledak-ledak, kekecewaan yang bertubi-tubi, penyesalan yang menyiksa, kesedihan yang berlarut-larut, semuanya menghambat kita untuk tetap fokus. Bagaimana bisa menentukan jalan terbaik di keadaan seperti ini? Maka sabar adalah jalan terbaik. Sabar, dan berfikir dinginlah

Ada pepatah yang aku ingat. Lihatlah bayanganmu pada air yang mendidih, kamu tidak akan bisa melihatnya. Maka dinginkanalah terlebih dahulu agar kamu bisa melihat bayanganmu.

Orang sabar adalah manusia terkuat di dunia. Bukan yang tidak pernah mengeluh, tapi orang optimis, mencoba untuk tetap stabil, dan bertawakkal hanya kepada Allah. Semua orang bisa berusaha, tapi tidak semua orang bisa sabar. Karena orang-orang sabar adalah orang-orang pilihan.

Dalam beberapa momen ketika aku bersama orang-orang yang aku cintai, entah kenapa bergitu tenang rasanya hati. Hal sederhana seperti itu benar-benar membahagiakan, dan tidak akan pernah bisa terganti. Bahagia dengan hal-hal kecil adalah anugerah, yang ketika suatu keadaan berubah menjadi sangat berbeda, barangkali lebih baik kelihatannya, tapi dingin didalam. Hal-hal kecil makin terasa bermakna.

Dan disitulah aku belajar kalau sabar tidak selamanya menahan rasa sakit. Sabar menjadi jalan untuk menemukan kebahagiaan dalam keadaan apapun, sesulit apapun. Sabar adalah jalan orang-orang yang mencintai Allah dan juga dicintai-Nya, karenanya sabar tidak pernah mudah.

Aku bersyukur dengan hal-hal sederhana yang membahagiakan ini. Aku bersyukur dengan semua cinta yang aku terima dari orang-orang yang menyayangiku. Aku bersyukur ada disini, sebagai diriku sendiri, bukan orang lain. Yang meski dalam keadaan senang ataupun sedih, selalu ada pengingat bagiku untuk tetap berjalan dan memandang lurus kedepan.

Betapa Allah menyayangi hamba-Nya, dengan semua kenikmatan yang Ia berikan.

Alhamdulillah

wa Inna ilaih….

--

--